Para pejalan kaki di Kota Wulian Square Hangzhou, China terkejut kadab melihat seorang gadis anggun berjulukan Ji Jianli, bangkit di sebuah papan besar yang bertuliskan, 'Target Manusia! cukup membayar 10 yuan atau sekitar 1,50 dollar per panah, dan panahlah sesuka hatimu'.
Orang-orang yang lewat pun merasa keheranan mengapa gadis tersebut meminta dipanah biar mendapat imbalan uang. Tidak diketahui niscaya panah yang akan dipakai panah karet ataupun sungguhan.
Orang-orang yang lewat pun merasa keheranan mengapa gadis tersebut meminta dipanah biar mendapat imbalan uang. Tidak diketahui niscaya panah yang akan dipakai panah karet ataupun sungguhan.
Di papan besar itu juga dituliskan alamat rekening bank si gadis anggun kalau ada orang sudah memanahnya, dia wajib untuk mentransfer sejumlah uang sesuai perjanjian awal yang sudah disepakati. Tapi tindakan dari gadis tersebut menciptakan sebagian orang lainnya merasa curiga, mereka menganggap ini hanyalah sebuah penipuan sampai hasilnya mereka pun segera menelepon Polisi.
- Artikel Sebelumnya, Fotografer Cantik Ini Memotret Gelandangan yang Ternyata Ayahnya Sendiri
Dan sesudah dia dibawa ke kantor Polisi, seorang wartawan lokal menghampiri dirinya serta bertanya dengan penuh keheranan, mengapa dia harus berbuat nekat menyerupai itu. Ji Jianli pun menjawaban bahwa dia merasa frustasi untuk mendapat uang sebagai biaya pengobatan adiknya yang sekarang sedang lemah tergolek di rumah.
Dikatakan sang adik menderita penyakit leukimia akut (kanker darah), dan keluarganya tidak memiliki uang sekalipun. Seluruh harta dan perabotan rumah sudah ludes terjual untuk biaya perobatan sebelumnya, itu pun kami sudah banyak berutang kepada tetangga, sampai adikku terpaksa disuruh pulang oleh rumah sakit alasannya ialah terhalangan biaya.
Dan ketika ini uang yang harus dibutuhkan untuk pengobatan adikku sebesar 500.000 Yuan (76 ribu dollar), saya takut sesuatu terjadi pada adikku kalau kami terlambat untuk membawanya kerumah sakit. Mungkin ini cara yang kurang pantas untuk saya mendapat biaya pengobatan adikku, tapi setidaknya ludang keringh baik daripada saya harus menjual diriku, ungkap Ji Jianli sambil menangis.
Advertisement